Friday, August 13, 2010

[Jurnal HL Ramadhan] Hari 4: KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

"bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..." (QS. Al Baqarah: 185)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh Barakah. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR. Di setiapnya hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri.

Mengontrol emotional eating (ketika berbuka) adalah salah satu hal dari menahan diri :)

Ceklis Hari ini.

1. Aku puasa |No| belum bisa... :(
2. Aku makan ketika sahur |Ya|
3. Aku makan ketika berbuka |Ya|
4. Aku makan yang diinginkan |Ya|
5. Aku makan dengan sadar |Ya|
6. Aku berhenti makan, ketika netral |Ya|
7. Aku menggerakkan badan |Ya| jalan kaki ke mesjid & tarawih, berdiri lebih baik daripada duduk :D
8. Aku minum air putih |Ya|

Hal Positif yang aku dapat hari ini...
Mind & body connected

Hal yang akan aku lakukan besok...
Besok masih hari minggu, artinya masih menemani anak-anak berpuasa...horeey... :)

Thursday, August 12, 2010

[Jurnal HL Ramadhan] Hari 3: MIND - BODY CONNECTED

"What the mind think, the body will react. Where the mind leads, the body will follow." -John Grissom-

Kalau pikiran dan hati kita meniatkan puasa untuk ibadah, seluruh tubuh kita akan bereaksi, mengikuti dan menyesuaikan dengan pikiran. Oleh sebab itu ketika berniat puasa untuk beribadah, tubuh kita kuat menahan lapar (fisik) selama kurang lebih 12-14 jam. So enjoy fasting! :)

Ceklis Hari ini.

1. Aku puasa |No| lewat setengah hari ternyata belum 'boleh' puasa :(
2. Aku makan ketika sahur |Ya|
3. Aku makan ketika berbuka |Ya|
4. Aku makan yang diinginkan |Ya| pengen mie ayam
5. Aku makan dengan sadar |Ya| agak emosional ketika buka :p
6. Aku berhenti makan, ketika netral |Ya| karena emosi jadi full pas buka :D
7. Aku menggerakkan badan |Ya| turun naik tangga dan jalan kaki
8. Aku minum air putih |Ya|

Hal Positif yang aku dapat hari ini...
Tetap semangat walau belum jadi puasa... :)

Hal yang akan aku lakukan besok...
Besok hari Sabtu gak kerja, menemani anak belajar puasa aja sambil belajar bikin kue lebaran :)

Wednesday, August 11, 2010

[Jurnal HL Ramadhan] Hari 2: PUASA UNTUK IBADAH

@JuliTriharto: "Puasa memiliki dimensi spiritual, ketika niatkan ibadah, maka tubuh mengikuti. Tidak ada hutang metabolisme dibayar metabolisme."

Puasa merupakan satu cara untuk mendidik individu dan masyarakat untuk tetap mengontrol keinginan dan kesenangan dalam dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan berpuasa seseorang dengan sadar akan meninggalkan makan dan minum sehingga lebih dapat menahan segala nafsu dan lebih bersabar untuk menahan emosi.

Ceklis Hari ini.

1. Aku puasa |No| masih 'libur'
2. Aku makan ketika sahur |Ya|
3. Aku makan ketika berbuka |Ya|
4. Aku makan yang diinginkan |Ya|
5. Aku makan dengan sadar |Ya|
6. Aku berhenti makan, ketika netral |Ya|
7. Aku menggerakkan badan |Ya| jalan kaki
8. Aku minum air putih |Ya|

Hal Positif yang aku dapat hari ini...
Walau sedang 'libur' puasa, tetap menghormati yang berpuasa dengan tidak makan & minum di siang hari

Hal yang akan aku lakukan besok...
Insya Allah mulai besok sudah bisa puasa full :)

Tuesday, August 10, 2010

Puasa dan Metabolisme Energi

Dalam kaitannya dengan konsumsi makanan, metabolisme energi dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase sefalik (cephalic), fase absorptif (absorptive), dan fase puasa (fasting). Fase sefalik mencangkup suatu periode singkat mulai dari bekerjanya sensor pengelihatan dan sensor penciuman sampai permulaan konsumsi dan penyerapan makanan. Sedangkan fase absorptif mencangkup periode ketika energi yang diserap dalam aliran darah mencukupi seluruh kebutuhan energi tubuh. Fase puasa dimulai dari lengkapnya fase penyerapan sampai persiapan untuk peristiwa makan berikutnya.

Pada dasarnya metabolisme energi dikendalikan oleh dua jenis hormon pankreatik, yaitu insulin dan glukagon. Insulin dirilis oleh pankreas selama fase sefalik dan absorptif. Insulin ini meningkatkan penggunaan glukosa (gula sederhana) sebagai sumber energi tubuh dan mengkonversi glukosa menjadi glikogen dan lemak. Glikogen dan lemak adalah cadangan glukosa tubuh yang disimpan di berbagai tempat penyimpanan di tubuh (otot, hati, lapisan bawah kulit).

Dengan adanya insulin, kadar glukosa dalam darah tetap meskipun mendapatkan masukan glukosa dari makanan. Sementara itu glukagon dirilis oleh pankreas pada saat tubuh memasuki fase puasa. Tugas glukagon adalah mengkonversi glikogen menjadi glukosa dan mencegah terjadinya penurunan glukosa darah secara drastis (hipoglikemia).

Pada fase puasa, kebanyakan sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi karena glukosa tidak dapat memasuki sel tanpa insulin. Oleh karenanya kebanyakan sel tubuh menggunakan asam lemak babas sebagai sumber energi. Glukosa dapat memasuki sel sistem saraf pusat tanpa insulin dan karena itu sel-sel saraf pusat tetap dapat memanfaatkan glukosa sampai suatu periode kelaparan (starvation) dimulai saat sel-sel saraf memanfaatkan keton (produk lemak) sebagai sumber energi.

Demikianlah ketika kita berpuasa, terjadi perpanjangan fase puasa dalam metabolisme energi. Perpanjangan ini dapat ditolerir oleh tubuh karena glukosa dalam darah dipertahankan dalam kadar normal (atau sedikit di bawah normal) melalui konversi glikogen menjadi glukosa oleh glukagon. Sel-sel tubuh juga secara otomatis mengalihkan sumber energinya menjadi asam lemak bebas dan bukan lagi glukosa.

Penurunan kadar glukosa terjadi secara drastis dalam waktu 4-6 jam pertama setelah terakhir makan. Jadi jika sahur pukul 03.30 maka kira-kira pukul 8-10 pagi glukosa yang tersedia dalam darah menurun, sehingga biasanya rasa lapar mulai terasa menggigit. Namun dalam waktu tidak berapa lama rasa lapar itu akan hilang karena tubuh mengganti sumber energi ke asam lemak dan glukosa hanya digunakan oleh sel-sel otak, juga terjadi perubahan glikogen menjadi glukosa yang membantu mempertahankan kadar glukosa dalam darah. Menurut beberapa referensi, periode fasting yang sebenarnya terjadi jika tubuh tidak dimasuki makanan apapun sampai 48 jam berturut-turut. Artinya puasa yang kita jalani selama sekitar 12-14 jam masih jauh berada di bawah ambang tersebut.

Ketika menjelang buka puasa, kita merasakan lapar dan ingin makan sepuasnya karena reaksi tubuh terhadap petunjuk-petunjuk eksternal mengenai kehadiran makanan (external clues) dan tubuh memasuki fase sefalik dari metabolisme energi sebagai reaksi terhadap stimulus yang diterima oleh sensor-sensor tubuh. Jika telah tiba waktunya, disarankan untuk segera berbuka dan memulainya dengan konsumsi makanan yang manis (mengandung glukosa) sebelum kemudian dilanjutkan dengan konsumsi makanan sumber karbohidrat, protein, dan lemak.

Oh ya jangan lupa, berhentilah makan sebelum merasa kenyang betul agar organ pencernaan kita tidak mengalami kelebihan beban (overload). Selamat berpuasa!

*Ir. Ahmad Syafiq, MSc - Dosen FKM-UI*

Sumber: Puasa dan Metabolisme Energi

[Jurnal HL Ramadhan] Hari 1: NIAT

‎"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" (QS. Al Baqarah : 183)

Hari ini, hari pertama puasa, luruskan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan karena ingin menurunkan berat badan.

Ceklis Hari ini.

1. Aku puasa |No| 'libur' :)
2. Aku makan ketika sahur |Ya|
3. Aku makan ketika berbuka |Ya|
4. Aku makan yang diinginkan |Ya|
5. Aku makan dengan sadar |Ya|
6. Aku berhenti makan, ketika netral |Ya| antara netral & full
7. Aku menggerakkan badan |Ya|
8. Aku minum air putih |Ya| tapi kurang banyak

Hal Positif yang aku dapat hari ini...
5MR tetap bisa dilakukan, hanya waktunya saja yang bergeser, yaitu ketika sahur dan berbuka.

Hal yang akan aku lakukan besok...
Walau masih 'libur' puasa, tetap menemani suami dan anak-anak berpuasa :)

BB awal Ramadhan = 62 kg